PANEN DAN PASCAPANEN PADA TANAMAN
SUWEG (Amorphophallus campanulatus)
PAPER
OLEH:
DWI YULIANA SARAGIH
070307017 / PET
12

LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PANGAN
DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010
PANEN DAN PASCAPANEN PADA TANAMAN
SUWEG (Amorphophallus campanulatus)
PAPER
OLEH:
DWI YULIANA SARAGIH
070307017/ PET
12
Paper Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Mengikuti Pra Praktikal Test di
Laboratorium Agronomi Tanaman Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Diperiksa oleh:
Asisten Korektor
( Hotman P. Siregar )
NIM. 050301007
LABORATORIUM AGRONOMI TANAMAN PANGAN
DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat TuhanYang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan paper ini dengan baik.
Adapun judul dari paper ini adalah “Panen dan Pascapanen Pada Tanaman Suweg (Amorphophallus campanulatus)”, yang merupakan salah satu syarat untuk dapat mengikuti pra praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Agronomi Tanaman Pangan yaitu Ir. Hj. Sabar Ginting, MS; Dr. Ir. Hapsoh, MS; dan Ir. Yaya Hasanah, MP. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada abang dan kakak asisten yang telah membimbing dan membantu selama pengerjaan paper ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan papaer ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Atas perhatiannya, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga papaer ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Medan, Maret 2010
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang ......................................................................................... 1
Tujuan Penulisan ....................................................................................... 2
Kegunaan Penulisan ................................................................................. 2
TINJAUAN PUSTAKA
Botani Tanaman ........................................................................................ 3
Syarat Tumbuh
Iklim ................................................................................................ 4
Tanah ............................................................................................... 4
PANEN DAN PASCAPANEN PADA TANAMAN
SUWEG (Amorphophallus campanulatus)
Panen ........................................................................................................ 5
Pascapanen ............................................................................................... 6
KESIMPULAN .................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 8
PENDAHULUANLatar Belakang
Tanaman ini diduga bermigrasi dari kawasan Asia tropik ke Afrika, kemudian berkembang ke negara Asia seperti Indonesia. Ada kemungkinan Suweg (Amorphophallus campanulatus forma hortenis Backer) masuk ke Indonesia dibawa oleh botanikus asal Belanda (http://budisutomo.multiply.com, 2010).
Di tempat lain populasinya sudah menurun akibat habitatnya sudah berubah status menjadi lahan untuk perumahan, pertanian dan perkebunan. Selain itu mengingat jenis ini belum diketahui manfaatnya dan keberadaannya cukup mengganggu akibat bau busuk menyengat pada saat berbunga, penduduk cenderung untuk memotong baik bagian daunnya maupun bunganya dengan parang. Dengan demikian populasi tumbuhan dewasa semakin terancam jumlahnya (http://bk.menlh.go.id., 2010).
Tanaman suweg yang memiliki nama latin Amorphophallus campanulatus telah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Pada zaman penjajahan Jepang, umbi suweg dan iles-iles berjasa dalam mendukung ketahanan pangan keluarga bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang terkendala untuk menyediakan beras atau bahan pangan karbohidrat lainnya. Dengan kata lain, tanaman suweg mempunyai andil yang besar dalam rangka ketahanan pangan bagi masyarakat dan berperan penting sebagai salah satu sumber cadangan pangan (Pitojo, 2007).
Suweg (Amorphophallus campanulatus B) merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh pada nuangan hingga 60%. Suweg mulai bertunas di awal musim kemarau dan pada akhir tahun di musim kemarau umbinya bisa dipanen. Umbi suweg mengandung serat tinggi dan lemak rendah, masing-masing 13,71% dan 0,28% (http://balitkabi.litbang.deptan.go.id, 2010).
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan paper ini adalah untuk mengetahui panen dan pasca panen pada tanaman suweg (Amorphophallus campanulatus).
Kegunaan Penulisan
- Sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti pra praktikal test di Laboratorium Agronomi Tanaman Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
- Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
TINJAUAN PUSTAKABotani Tanaman
Menurut (http://www.plantamor.com, 2010), klasifikasi tanaman suweg adadalah sebagai berikut :
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae (suku talas-talasan)
Genus : Amorphophallus
Spesies : Amorphophallus campanulatus
Daun tunggal atau beberapa daun tumbuh dari umbi. Amorphophallus memiliki tangkai daun yang besar, silindris, padat, halus hingga kasar, dan akan berkembang menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian tangkai daun akan tumbuh menjadi anak daun dengan jumlah bervariasi bergantung pada jenisnya (http://balitkabi.litbang.deptan.go.id, 2010).
Perbungaannya berbentuk tongkol dengan bunga jantan dan bentinanya menempel pada tongkolnya. Bunga jantan terletak pada bagian atas tongkol, sedangkan bunga betinanya terdapat pada bagian pangkal tongkol. Bunga betina masak lebih dahulu dari bunga jantan, sehingga jenis ini memerlukan bunga jantan yang berasal dari perbungaan yang lain (http://indopedia.gunadarma.ac.id, 2010).
Buah mempunyai 1–3 biji, berbentuk bola atau panjang, biasanya berwarna merah atau jingga (http://balitkabi.litbang.deptan.go.id, 2010).
Syarat Tumbuh
Iklim
Tanaman suweg mempunyai sifat khusus yaitu mempunyai toleransi yang sangat tinggi terhadap naungan atau tempat teduh (tahan tempat teduh). Tanaman suweg membutuhkan cahaya maksimum hanya sampai 40% (http://intanagro.blogspot.com, 2010).
Tanaman Porang dapat tumbuh pada ketinggian 0 - 700 M dpl. Namun yang paling bagus pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 - 600 M dpl (http://kphjember.com, 2010).
Tanah
Untuk hasil yang baik, tanaman Suweg menghendaki tanah yang gembur/subur serta tidak becek (tergenang air). Derajat keasaman tanah yang ideal adalah antara PH 6 - 7 serta pada kondisi jenis tanah apa saja. Tanah yang digali untuk ditanami, menyebabkan tanah kaya oksigen dan membuatnya menjadi gembur (http://intanagro.blogspot.com, 2010).
PANEN DAN PASCAPANEN PADA TANAMAN SUWEG (Amorphophallus campanulatus)
Panen
Ciri suweg yang siap panen cukup unik. Jika tanaman tersebut mulai layu, menguning, daunnya rusak, mengering, tumbang dan busuk, berarti umbi tersebut sudah siap diolah batang hingga umbinya (http://www.jawapos.co.id, 2010).
Sebagai persiapan panen, untuk menghasilkan umbi berkualitas, utuh, bersih tidak berjamur terdapat beberapa hal yang mesti diperhatikan :
1. Pada saat menggali tanah untuk mengambil umbi, harus diperkirakan jarak yang optimal dari batang sehingga cangkul / alat penggali tidak sampai menyebabkan umbi luka atau bahkan terbelah.
2. Tiriskan umbi yang masih basah, kalau tanah cukup kering atau gembur, tanah yang membungkus umbi bisa langsung di buang dengan tangan. Sedangkan jika tanah yang menempel umbi terlalu becek, perlu di jemur. Tanah yang kering bisa dengan mudah dikeringkan.
3. Letakkan umbi panenan di tempat yang terbuka, teduh, dan tidak terkena air hujan atau air yang lain secara langsung. Jangan sampai ada air yang tergenang mengenai umbi yang sudah kering tersebut.
4. Jangan simpan hasil panen di dalam karung plastik atau di atas karung plastik. Panas yang di timbulkan karena sentuhan dengan karung plastik, bisa menyebabkan umbi gerah dan busuk
(http://wikarya.org, 2010)
Pasca Panen
Proses pembuatan tepung suweg (Amorphophallus campanulatus B) dilakukan dengan cara dikeringkan, yakni umbi yang dicabut dari akarnya kemudian dibersihkan, dikupas dan dicuci dengan air bersih. Selanjutnya umbi suweg diiris tipis-tipis dan dikeringkan dengan oven pada suhu 50 derajat celsius selama 18 jam. Kemudian diblender dan diayak sampai diperoleh ukuran tepung 60 mesh. Dari proses ini diperoleh kripik umbi suweg kemudian digiling untuk menghasilkan tepung (http://www.kapanlagi.com, 2010).
Tepung suweg bisa menjadi pengganti tepung terigu atau beras atau digunakan sebagai subtitusi tepung terigu. Tepung suweg bisa menjadi bahan baku nasi tiwul suweg, campuran roti, cake, kue kering maupun campuran kue jajan pasar. Di Filipina tepung suweg sudah banyak di gunakan sebagai bahan baku roti maupun kue kering (http://intanagro.blogspot.com, 2010).

KESIMPULAN1. Ciri suweg yang siap panen jika tanaman tersebut mulai layu, menguning, daunnya rusak, mengering, tumbang dan busuk.
2. Proses pembuatan tepung suweg (Amorphophallus campanulatus B) dilakukan dengan cara dikeringkan.
3. Tepung suweg bisa menjadi pengganti tepung terigu atau beras atau digunakan sebagai subtitusi tepung terigu.
DAFTAR PUSTAKAhttp://balitkabi.litbang.deptan.go.id, 2010. Botani Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://bk.menlh.go.id., 2010. Tanaman Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://budisutomo.multiply.com, 2010. Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://indopedia.gunadarma.ac.id, 2010. Botani Tanaman Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://kphjember.com, 2010. Syarat Tumbuh Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://intanagro.blogspot.com, 2010. Syarat Tumbuh Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://www.jawapos.co.id, 2010. Panen Tanaman Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://www.kapanlagi.com, 2010. Panen dan Pasca Panen Tanaman Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
http://www.plantamor.com, 2010. Umbi Suweg. Diakses pada tanggal 17 Maret 2010.
Pitojo, S., 2007. Suweg. Kanisius, Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar